kwlbroadcast
 
home about kwlbroadcast our products our portfolio contact us kwlbroadcast.com

KWL Broadcast is Indonesian manufacturer of FM and TV broadcasting equipment. Currently, we are covering four main areas :

  • FM transmitters
  • STL (Studio Transmiter Link)
  • TV transmitters
  • Transmitting antennas and accessories

Read More


Quasi Digital PWM - FM Broadcast Audio Processor



news  NEWS
01 March 2011 - 06:41:30
  Pemancar AM - AM Transmitter

Ada beberapa Model system Modulasi di dalam Pemancar AM, Antara lain adalah :




24 July 2009 - 20:06:59
  AM STEREO OVERVIEW

Aplikasi Lain untuk Sistem “Quadrature Amplitude Modulation”

Quadrature Amplitude Modulation (QAM) adalah encoding informasi menjadi isyarat pembawa gelombang oleh variasi dari kedua amplitude isyarat pembawa gelombang dan sebuah isyarat "quadrature" yang mempunyai perbedaan fasa 90 ° dari isyarat pembawa utama sesuai dengan dua masukan isyarat. Atau dengan kata lain, hal ini dapat dipandang (menggunakan angka notasi kompleks) sebagai amplituda modulasi sederhana dari nilai-kompleks isyarat pembawa gelombang dengan nilai-kompleks isyarat pembawa.
Modulasi Fasa juga dapat dianggap sebagai kasus khusus dari modulasi “quadrature amplitude”, dimana amplituda dari isyarat modulasinya konstan, sementara hanya isyarat fasanya yang berubah. Hal tersebut juga dapat dikembangkan untuk modulasi frekuensi, oleh karenanya dapat dipandang sebagai kasus khusus dari modulasi fase.
Sistem QAM juga digunakan dalam sistem Televisi PAL dan NTSC, dimana komponen “in-phase” (0o) dan “out-phase (90°) membawa komponen informasi chroma (warna).
"Kompatibel QAM" atau C-QUAM digunakan pada sistem radio AM Stereo untuk membawa / mengolah informasi isyarat stereonya.
Sistem tersebut juga digunakan secara luas misalnya pada Modem, dan bentuk lain komunikasi digital melalui saluran analog. Dalam aplikasi digital, isyarat termodulasi pada umumnya “quantised” pada komponen “in-phase dan “out-phase” (90°). Set kemungkinan kombinasi amplitudes, seperti terlihat pada plot x-y, adalah pola yang dikenal sebagai titik-titik konstelasi QAM, sehingga jumlah bit yang dapat dikirim pada waktu yang sama, dapat “ditingkatkan” untuk bitrates lebih tinggi dan throughput lebih cepat, atau “diturunkan” untuk transmisi yang lebih dapat diandalkan dengan sedikit “low bit error”. Jumlah "titik" pada konstelasi diberikan sebagai sebuah angka sebelum QAM, dan selalu sebuah “integer kuasa dua” dari 21 (2QAM) sampai dengan 212 (4096QAM). 64QAM sering digunakan dalam sistem jaringan televisi kabel digital dan aplikasi pada modem kabel.

Siaran Radio AM dengan metode Stereo C-QUAM

C-QUAM (Compatible-Quadrature Amplitude Modulation) adalah metode siaran AM stereo yang banyak digunakan di Kanada, Amerika Serikat dan kebanyakan negara-negara lain. Sistem tersebut ditemukan pada tahun 1977 oleh Norman Parker, Francis Hilbert, dan Yoshio Sakaie, dan dipublikasikan dalam jurnal IEEE.
Menggunakan sistem rangkaian yang dikembangkan oleh Motorola, C-QUAM menggunakan quadrature amplitude modulasi (QAM) untuk menyandikan pemisahan isyarat stereo. Isyarat tambahan ini adalah isyarat yg dapat disandikan kembali dengan cara yang kompatibel dengan detektor amplop pada sistem penerima AM biasa (oleh karena itu diberi nama C-QUAM). Sebuah penanda Stereo 25 Hz ditambahkan pada sistem tersebut, untuk memicu penerima radio AM agar dapat menjalankan sistem penerima radio dari mono menjadi stereo. Hal tersebut diatas TIDAK diperlukan untuk rekonstruksi sumber isyarat suara yang asli / pada AM-Mono.
Seperti halnya pada subcarrier yang digunakan untuk sistem FM stereo, isyarat suara didalam isyarat C-QUAM adalah perbedaan stereo saluran kiri “dikurangi” saluran kanan atau L - R. Audio yang utama / audio mono adalah penjumlahan dari audio stereo, atau saluran kiri “ditambah” saluran kanan atau L + R. Setelah di-demodulasi sepenuhnya pada sistem penerima radio, hasil tersebut ditambahkan bersama dua saluran kiri lagi (L + R + (L-R) = 2L) serta dikurangkan bersama oleh dua saluran kanan (L + R - (L-R) = 2R ). Ini adalah metode multiplexing audio yang umum pada semua sistem stereo analog.

AM Stereo System Magnavox.

Ini adalah sistem yang pertama kali dipilih oleh FCC. Mengapa sistem ini dipilih terlebih dahulu, karena sistem ini menggunakan metode yang sangat sederhana untuk sistem transmisi stereonya. Isyarat informasi stereo (L - R) dipancarkan dengan sistem modulasi fasa daya rendah bersama isyarat pembawa konvensional amplitude modulasi yang membawa isyarat informasi L + R. Pada sistem penerima radio, sebuah detektor amplop mendemodulasi isyarat AM (L + R), sementara detektor fasa mendemodulasi isyarat PM (Phase Modulation) yang berisi informasi isyarat stereo (L - R). Detektor PM ini diproses dengan sangat baik oleh beberapa tahap, untuk menghapus semua komponen AM.
Sistem penguatan pelacakan (gain tracking) digunakan diantara detektor AM dan PM agar semua proporsi isyarat tepat satu sama lain. Semua keluaran dari detektor diumpankan melalui “matriks audio”, memulihkan isyarat stereo kiri dan kanan. Sebuah penanda Stereo 5Hz, dikirimkan bersama-sama dengan informasi stereo L-R, yang digunakan untuk mengidentifikasi stasiun transmisi “AM-Stereo”.

AM Stereo Sistem Kahn.

Kahn Communications dari Freeport, Long Island adalah salah satu pionir awal AM stereo. Kahn juga menggunakan sistem modulasi fasa kiri minus kanan (L – R), tetapi dengan menambahkan geseran fasa yang tepat untuk mengalihkan audio, untuk menghasilkan suatu isyarat pita sisi mandiri (Independent Side Band – ISB) dengan isyarat informasi audio kanan di bagian atas pita sisi (Upper Side Band - USB) sedangkan informasi audio kiri di bagian bawah pita sisi (Lower Side Band – LSB). Isyarat L + R mempunyai geseran fasa sebesar minus 45o, sementara isyarat L – R mempunyai geseran fasa sebesar plus 45o (total 90o). Interaksi dari isyarat pita sisi AM dan PM ini akan menghasilkan pita sisi yang mandiri atau yang disebut Independend Side Band (ISB), yang banyak juga dipergunakan oleh kebanyakan pesawat komunikasi (rig) yang menggunakan sistem modulasi SSB geseran fasa. Sistem AM Stereo dengan metode ini dapat langsung didengarkan dengan dua buah pesawat penerima yang yang akan “off tunes” terhadap salah satu sisi pita dan akan menghasilkan isyarat stereo dengan beberapa derajat pemisahan. Apabila penerima radio tersebut “tunes” tepat pada frekuensi tengah, maka akan mendengar isyarat mono. Yang mendeteksi isyarat AM dan PM, adalah perubahan geseran fasa dan isyarat langsung diumpankan ke dalam audio matriks untuk mengembalikan isyarat audio stereo.




21 July 2009 - 17:55:28
  AM-STEREO C-QUAM, Apa Dan Bagaimana?

AM Stereo, Apa dan Bagaimana?
By Ir. Iskirmanto


AM stereo, salah satu sistem yang direkomendasikan oleh FCC adalah AM-Stereo C-QUAM. Sistem AM Stereo pada Pemancar maupun Penerima Radio, jauh lebih kompleks dari pada Sistem FM Stereo. Pada Pemancar AM Stereo ada tiga langkah proses untuk menghasilkan isyarat audio kiri dan kanan yang termodulasi secara C-QUAM.
Pertama adalah membangkitkan isyarat QUAM (Quadrature Amplitude Modulation). Isyarat audio Kiri dan kanan disusun dengan metode matriks untuk membentuk sebuah penjumlahan isyarat mono L + R, dan pengurangan isyarat stereo L-R. Isyarat L + R memodulasi isyarat pembawa AM-DSB-FC (Amplitude Modulation Double Sideband Full Carrier), sedangkan isyarat L - R digunakan untuk memodulasi isyarat pembawa quadrature yang ditekan (suppressed-carrier), dengan perbedaan fase 90 derajat dengan isyarat pembawa L + R.
Kedua isyarat quadrature tersebut kemudian ditambahkan untuk membentuk isyarat pembawa QUAM. Menurut peraturan FCC, bahwa isyarat AM stereo harus sepenuhnya kompatibel dengan detektor AM yang digunakan pada sebagian besar system peneriamaan pada radio penerima AM mono. Apabila ada perbedaan komponen stereo, atau komponen L - R, maka akan menimbulkan cacat amplop isyarat QUAM, sehingga timbul pula cacat isyarat pada sistem deteksi amplop pada sistem penerima radio AM Mono. Untuk mengatasi masalah ini, isyarat QUAM diproses menggunakan dua langkah lagi, yang disebut C-QUAM atau isyarat Kompatibel Quadrature Amplitude Modulation. Yang pertama adalah isyarat QUAM diproses melalui limiter yang akan menghilangkan informasi amplop, sehingga akan didapatkan informasi fasa saja. Langkah kedua adalah membangkitkan isyarat C-QUAM dari isyarat QUAM, dengan menggabungkan keluaran dari Limiter Amplitude Modulation dengan L + R, atau isyarat suara matriks. Proses ini (yang disebut C-QUAM) akan memberikan isyarat amplop AM yang berisi L + R monofonik atau audio, untuk kompatibilitas dengan radio AM biasa yang menggunakan detektor amplop, sedangkan isyarat pengurangan stereo L - R dikodekan didalam tahap isyarat pembawa.
Pada Sistem penerima radio yang menggunakan QUAM,( seyogyanya menggunakan PLL, dan VCO) untuk menghasilkan isyarat pembawa, dan isyarat quadrature, untuk mendemodulasi ulang isyarat suara L + R dan L - R secara serentak. Cara ini tidak akan bekerja pada sistem C-QUAM, karena amplop QUAM telah diubah dalam proses isyarat C-QUAM. Cara lainnya adalah dengan mengembalikan isyarat C-QUAM ke isyarat QUAM dalam bentuk aslinya, sehingga dapat diproses oleh demodulasi sinkron biasa, untuk memperbaiki amplop dengan "cosine korektor". Matematika Vector ini terlalu rumit untuk dibahas dalam tulisan ini, tetapi pada dasarnya adalah sebuah lingkaran proses yang tepat sangat tergantung pada fungsi analog untuk menghasilkan kosinus dari isyarat fase C-QUAM, dan kemudian membagi isyarat C-QUAM dengan fungsi kosinus, untuk membangkitkan ulang isyarat QUAM seperti semula. Proses ini akan dijelaskan dalam beberapa referensi di bawah ini.
Metode yang digunakan di sebagian besar chip penerima C-QUAM analog, menggunakan lingkaran umpan balik dengan penguatan tinggi yang memaksa isyarat keluaran L + R dari demodulasi sinkronis harus sama dengan keluaran dari sebuah detektor amplop presisi, dengan penjelasan sebagai berikut : Pertama, karena isyarat amplop dari C-QUAM adalah berupa rangkuman salinan isyarat L + R, maka amplop detektor digunakan untuk mengembalikan rangkuman isyarat L + R atau isyarat suara mono. Isyarat penjumlahan L + R dari amplop detektor ini kemudian dibandingkan didalam “error amplifier” dengan isyarat suara L + R yang berasal dari sinkronis demodulator QUAM. “Error Signal” ini kemudian digunakan untuk mengontrol “variabel gain amplifier” atau pengganda analog ke dalam sinkronis quadrature demodulators QUAM, sehingga amplopnya akan menghasilkan bentuk QUAM seperti semula. Sehingga isyarat keluaran L - R dari sinkronis quadrature demodulator kedua, yang bebas distorsi dapat disproses secara matrixed dengan isyarat L + R dari detektor amplop, untuk menghasilkan isyarat audio kiri dan kanan pada output penerima radio.
Untuk mengidentifikasi siaran AM Stereo C-QUAM AM, sebuah penanda isyarat stereo dengan frekuensi 25 Hz akan ditambahkan ke isyarat pengurangan L - R yang memodulasi isyarat quadrature. Penanda isyarat stereo 25 Hz ini akan memodulasi isyarat quadrature dengan 5% modulasi. Berbeda dengan penanda isyarat stereo 19 kHz pada system pemancar FM stereo, penanda isyarat stereo 25 Hz ini tidak ditampilkan di bagian demodulasi dari isyarat AM Stereo, tetapi hanya diarahkan untuk mengidentifikasi siaran AM Stereo saja, sehingga penerima dapat secara otomatis beralih ke modus AM-Stereo, dengan penanda lampu LED "AM Stereo".
Tulisan Ini adalah sketsa yang disederhanakan dari pengoperasian sistem AM-Stereo C-QUAM. Rincian lebih lanjut mengenai sistem AM Stereo C-QUAM dapat ditemukan dalam berbagai karya ilmiah oleh penemunya, yang antara lain adalah Norman Parker, Francis Hilbert, dan Yoshio Sakaie.





HOME | ABOUT US | PRODUCTS | PORTFOLIO | NEWS | CONTACT US
    Copyright © 2018 KWLBROADCAST